5/9/11

HEARTBREAKER part 8

Normal


Setelah kejadian itu mereka pergi ke sebuah taman. 
Chaerin duduk di bangku itu sedangkan Jiyong pergi untuk membeli kopi hangat untuk menghangatkan tubuh mereka dari salju yang sedang turun. 


Tak lama kemudian Jiyong datang dengan 2 gelas kopi hangat. Dan duduk di bangku taman itu bersama Chaerin.
"Mianhe oppa.. tadi aku" Kata Chaerin memecah keheningan.
"Ye, Gwenchana.." Jiyong memotong kalimat Chaerin lagi karena tidak mau mendengar penjelasan dari Chaerin. "Gwenchana.." Jiyong tersenyum tipis. "Kali ini tak apa.. tapi jangan lagi.. jangan lagi menangis didepanku.. kumohon.. jangan pernah lagi menangis di hadapanku.. apalagi menangis untuk laki-laki lain.. oke?" Jiyong tersenyum dan menatap Chaerin. 
"Hatiku.. hatiku benar-benar sakit saat melihat mu menangis tahu? bahkan lebih sakit saat melihatmu berciuman dengan laki-laki itu.. haha" Kata Jiyong lagi sambil tertawa pahit. 
Chaerin langsung kaget dan menatap Jiyong yang sedang melihat entah kemana, tatapan nya kosong saat itu.
"Janji padaku untuk tak melakukan hal itu lagi ya?" Jiyong tersenyum tipis sambil mengacungkan jari kelingkingnya. Lalu mereka membuat perjanjian di taman itu.


Chaerin sebenarnya ingin berbicara dan meminta maaf soal tadi dan bercerita tentang Seungri. 
Tapi Jiyong tahu kalau Chaerin akan melakukan hal itu, dan Jiyong sama sekali tidak mau mendengarnya, Ia akan sakit hati bila mendengar hal itu, jadi Jiyong benar-benar tidak memberi Chaerin kesempatan untuk berbicara.
"Seungri.. dia.." Kata Chaerin ragu-ragu.
"hahaha.. mata mu jadi semakin kecil karena menangis, jadi aneh kan wajahmu?" Jiyong tertawa pahit sambil mengelus pipi Chaerin. 
"Memangnya kau tidak malu dilihat orang dengan wajah aneh seperti itu? makanya jangan menangis lagi oke? Setelah pulang nanti, jangan lupa untuk menempelkan ketimun dingin dan segar di mata mu sebelum tidur, jadi pada esok harinya mata mu tak akan aneh lagi." Jiyong menatap wajah Chaerin sambil tersenyum.


Tommorrow


Pagi-pagi Bigbang sudah berkumpul untuk memulai latihan nya, karena lusa keempat cewek itu akan melakukan penampilan pertama mereka. Tapi Seungri dan keempat cewek itu belum datang.
"Ya, Jiyong.. wajah mu kelihatan aneh.. ada apa?" tanya Taeyang.
"Bigbang adalah keluarga, setiap masalah yang ada harus dibicarakan bukan? Lagipula ini untuk kebaikan teman-temanku dan untuk kebaikan Bigbang juga.." Pikir Jiyong dalam hati.
Jiyong adalah Leader disini, setiap masalah yang ada harus diceritakan bersama-sama, jadi Jiyong tidak berhak untuk menutup-nutupi kejadian ini.


"Kau tahu Lee Chaerin kan? cewek yang aku sukai?" Jiyong memulai ceritanya. 
"he-em, kenapa dia?" Jawab Dae. 
"Waktu itu aku melihat Ia sedang berciuman dengan Seungri pada malam hari di gedung YG, aku sangat sakit hati dan memutuskan untuk diam saja. Tapi ternyata Seungri benar-benar brengsek, Ia memainkan Chaerin saat itu, ternyata Ia sudah memiliki pacar. Pacarnya itu Lee Ji Eun, penyanyi solo itu. Tapi sepertinya Lee Ji Eun juga di permainkan oleh cowok tak tahu diri itu." Jiyong bercerita singkat.
"M-Mo?! dia berpacaran dengan Chaerin?!" Seunghyun kaget.
"Ya, tapi Seungri itu tidak bodoh, Ia menyuruh Chaerin yang polos untuk tidak memberitahu hubungan nya dengan siapa-siapa." Lanjut Jiyong.
"B-Benarkah?! tak kusangka bocah itu jahat dan pintar.. Dia pernah mengatakan padaku kalau Ia berpacaran dengan Lee Ji Eun itu, tapi Dia juga menyuruhku untuk merahasiakan hal ini. benar-benar tak kusangka Ia seperti itu!" Sahut Dae.
"Pertama aku juga tidak menyangka.. tapi memang begitu kenyataan nya.. aku sangat kesal padanya. dan kau tahu apa? kurasa dia juga mengincar Dara." Jiyong melanjutkan lagi.
"A-APA? Dara?! Kita harus memberinya pelajaran!" Taeyang langsung berdiri dari kursi.


"Jangan! Jangan Taeyang.. Aku tak tega kalau harus memberinya pelajaran dengan cara itu." Jiyong berdiri dan menahan Taeyang.
"Kenapa? kau masih menyayangi nya juga? kau sudah lupa dengan apa yang telah Ia lakukan padamu dan Taeyang?!" Dae ikut berdiri.
"Aku mengerti, tapi kita tak harus melakukan hal seperti ini." Lanjut Jiyong.
"Lalu kau mau bagaimana?" Seunghyun berdiri dan bertanya. 
"Kita jauhi Dia." Kata Jiyong singkat.


"Annyeong semua.." Seungri datang secara tiba-tiba.
Semua anggota hanya diam dan menganggapnya seperti angin lalu.
"Kenapa kalian semua diam?" Seungri keheranan.
Tapi semua anggota hanya diam dan tak melakukan apapun, mereka malah asik mengobrol.
Lalu Seungri keluar dengan bingung.


Tak lama kemudian keempat cewek itu datang dan mereka semua memulai latihan mereka.
Mereka semua berlatih dengan baik, tapi tak ada satupun yang berbicara kepada Seungri.
Sepertinya Chaerin sudah menceritakan hal ini pada teman-teman nya juga.


"Hey, ada yang mau minum? aku akan mengambilnya sekarang." Kata Seungri.
"Ambil saja untukmu sendiri." kata Seunghyun dengan pedas.


After Practice


"Ya. kalian semua beristirahatlah dengan baik, ini adalah hari terakhir kalian berlatih, besok kalian akan menghadiri rapat, menjalani percobaan costum, dan gladi resik di panggung. Besok kalian harus datang sekitar jam 9 pagi, arra?" Kata Taeyang.
"Ye!" Jawab keempat cewek itu secara bersamaan.
Mereka semua membereskan barang-barang mereka dan bersiap untuk pulang.


"Dara, apa kau mau kuantar?" Seungri tersenyum menawarkan tumpangan. Tapi Dara hanya membuang muka dan memasang wajah benci.  Lalu Taeyang menghalangi Seungri untuk berbicara pada Dara lagi dan berjalan dari tempat itu.
"Ya, Chaerin-ah, kau mau kuantar tidak?" Seungri menawarkan tumpangan kepada Chaerin dengan perasaan yakin bahwa Chaerin akan menjawab 'iya'.
Tapi Chaerin juga hanya membuang muka dan berjalan ke arah Jiyong.


"YAAA!!" Teriak Seungri. Seungri cukup kesal karena tak ada yang berbicara padanya, bahkan melihatnya saja tidak.


Mereka menengok ke arah Seungri dan kebingungan. 
"Ada apa dengan kalian semua?! Apa salah ku?! Katakan saja! Jangan seperti ini kepada ku!" Seungri berteriak lagi.


*PLAK!*  Chaerin datang kearah nya dan menamparnya. Semua orang kaget dengan perbuatan Chaerin.
"KAU MAU TAHU APA SALAHMU? KAU MEMPERMAINKANKU, KAU MENYAKITI HATIKU, KAU MENYAKITI HATI JIYONG OPPA, KAU MENDEKATI DARA, MEMBOHONGI DAESUNG OPPA, MEMBOHONGI TAEYANG OPPA DAN MENGKHIANATI JIYONG OPPA! ARRA?! PABO!" Bentak Chaerin dengan cepat sambil menahan airmata dan meninggalkan Seungri.


Seungri yang habis ditampar langsung menengok kedepan lagi.
"hahaha.. Ya, Chaerin-ah.. jangan seperti itu.. aku tahu kau sangat menyayangi ku.. jangan bertindak bodoh seperti itu.. aku bisa benci padamu tahu?" Kata Seungri dengan tatapan dan senyum licik. 
Langkah Chaerin langsung berhenti, tapi Ia belum membalikkan arah ke Seungri. dan Jiyong, tentu saja Ia panas mendengar kata-kata seperti itu, apalagi kata-kata itu sangat menyakiti hati Chaerin dan hatinya, tapi Ia hanya diam dan mencoba untuk menahan emosi.


"Kenapa Chaerin? haha.. kembalilah padaku.. aku hanya menyayangi mu.. lagipula, kau mungkin tak bisa hidup tanpa ku bukan? kau ini sangat menyayangi ku.. aku tahu itu." Seungri menatap licik dan tersenyum licik lagi.


"ayolah.. aku tahu kau sangat ingin berlari ke pelukanku saat ini bukan? atau.. jangan bilang kau berpaling ke Hyung ku? haha.. oh come on Chaerin.. aku tahu kau sangat ingin kembali kepadaku dan menyuruhku untuk tidak pernah melakukan hal ini kan?" 
Seungri semakin menjadi-jadi. Semua orang hanya diam dan melihat hal itu terjadi tanpa bergerak atau melakukan apapun.
Jiyong masih mencoba untuk menahan emosinya, yang Ia kesal bukanlah sakit hatinya, tapi hati Chaerin.


"Ya, Chaerin-ah.. Saranghae.." Seungri menggoda dengan senyum licik.
Tapi Chaerin hanya diam di sana dan tak mau melihat Seungri.
"hahahaha... Ya, Chaerin, jangan munafik. kau sangat ingin aku mengatakan hal itu bukan? hah.. kau pasti ingin menangis ya? atau mungkin.. kau sudah menangis?" Lanjut Seungri.
Memang benar, air mata Chaerin terjatuh saat itu juga. dan Jiyong yang menghadap ke arah yang sama dan berada di sebelah Chaerin pastinya melihat bahwa airmata Chaerin memang terjatuh.


"hahaha.. Kau tak mungkin seperti ini padaku.. ayolah.. apa kau sudah lupa bahwa kau sangat mencintaiku? apa.. kau lupa dengan ciuman malam itu? ciuman pertamamu?" Seungri semakin menggoda dengan senyum dan mata licik.


Jiyong yang mendengar itu langsung berbalik arah menghampiri Seungri. Chaerin yang melihat hal itu tentu saja kaget dan langsung berbalik arah melihat Jiyong.
Jiyong semakin dekat dengan wajah marah dan mengepalkan tangan kanan nya lalu mengangkat tangannya itu.
"ah ayolah.. kau ingin menghajarku juga Hyung? hahaha.. hajarlah aku sampai puas." Seungri menggoda.
Teman-teman Jiyong yang melihat hal itu langsung berlari ke arah nya dan menahan Jiyong, karena mereka tahu kalau Jiyong sudah mengeluarkan satu tonjokan, tonjokan itu tak akan berhenti sampai Jiyong merasa benar-benar puas.


"YA!!" Chaerin berteriak, serentak Jiyong dan teman-teman nya berhenti dan kaget, tapi tentu saja Jiyong masih menatap Seungri dengan wajah kesal nya itu.
"Oppa, ayo kita pulang bersama. Jangan pedulikan orang bodoh itu." Lanjut Chaerin.


Road to home


Mereka berjalan di tengah-tengah salju, sebelum pulang mereka duduk di sebuah taman.


"Ya, oppa.. mengapa kau lakukan itu? mian, mianhe.. maafkan aku.. pasti kau sakit hati m-" Chaerin membuka pembicaraan.
"ah, anii.. dasar kau.. niga pa-bo-ya." Potong Jiyong dengan gemas sambil mendorong kepala Chaerin kesamping, tapi dilakukan nya dengan halus. "Aku justru melakukan hal itu karna aku tahu kau sangat sakit hati. iyakan?" Lanjut Jiyong.
Chaerin kaget dan menatap Jiyong. "Kau tahu aku sangat mencintaimu kan? apa kau lupa dengan hal itu?" Kata Jiyong lagi.


"O-Oh.. Gomawo.." Kata Chaerin sambil merunduk malu.
"Ah, sekarang sudah malam ,ayo, kuantar kau pulang. Besok kau sibuk kan?" Jiyong mengacak-acak rambut Chaerin dengan halus dan menggandengnya pulang. 

No comments:

Post a Comment

you can critic-ing me, but NO BASHING :)