Aku penasaran dengan suara itu. Aku berjalan dan akhirnya aku sampai di tikungan tembok, aku mencondongkan kepalaku berusaha mengintip.
Aku sangat shock sampai akhirnya aku jatuh duduk di lantai dan aku hampir menangis.
Aku berusaha menahan air mataku dan lari pergi dari gedung itu.
Aku berlari sangat kencang untuk pergi dari tempat itu.
Akhirnya aku berhenti di sebuah taman pinggir danau.
Aku tak mengerti.. mengapa Ia melakukan ini? wae? kenapa kau lakukan ini kepada Hyung mu? kau tahu aku menyayangi mu! kau tahu aku menyukainya! kau tahu kan Seungri?! mengapa kau harus menciumnya di saat aku mau menemuinya?! mengapa?!
"BRENGSEK KAU SEUNGRI!!!!" Teriak aku sekencang-kencang nya di pinggir danau itu sambil menonjok tiang lampu.
"MENGAPA KAU LAKUKAN INI PADAKU?! KAU TAHU AKU MENYAYANGINYA BUKAN?! KAU TAHU AKU SUDAH MENGANGGAPMU SEPERTI ADIK SENDIRI BUKAN?!" Teriak aku di sana.
Disana sudah tidak ada orang karena memang sekarang sudah larut malam.
aku tak mengerti kenapa ini semua terjadi begitu cepat!
aku memang bodoh! harus nya aku menunggu balasan sms dari Chaerin dulu tadinya!
sms pending sialan!
"SIAL SIAL SIAL!! ARGH!!" Teriak aku lagi sambil jatuh duduk dilantai dan menonjok tanah.
"BAJINGAN KAU SEUNGRI! KU KIRA KAU ADIKKU! MENGAPA AKU HARUS MELIHAT CHAERIN DICIUM BIBIRNYA OLEH SEORANG YANG AKU SAYANG JUGA?! KENAPA?! KATAKAN PADAKU SEUNGRI.... KENAPA?! WAE-YO?!..." teriak aku sambil menangis disitu.
Aku tak kuasa menahan air mataku hingga akhirnya aku harus mentutup wajahku dengan lengan ku dan bersender di tiang lampu taman.
"Aku tak menyangka akan melihat hal seperti ini. Mengapa semua hal ini harus terjadi secepat ini? ini hanyalah awal cerita Seungri.. baru awal.." Kata ku sambil memegang dada ku.
Aku terus memegangi dadaku. Rasanya sakit sekali.. sakit.. sesak rasanya.. seperti ada yang menahan napas mu dari luar sana..
Normal
Pagi ini cewek-cewek itu datang lebih awal karena memang ada jadwal pagi, tapi entah sepertinya senior mereka yang terlambat, sehingga akhirnya mereka duduk dan mengobrol.
"Yaa. kau tahu senior Seungri?" Kata Chaerin kepada teman-teman nya sambil tersenyum senang, seolah-olah Ia baru mendapat uang 1 juta Won dari langit.
"Ye.. tahu. kenapa?" Tanya Dara.
"Dia sangat baik padaku.. kau ingat waktu aku di caci maki oleh senior gila itu? dia membela ku disana dengan wajah yang gentle. aaah dia tampan." Jawab Chaerin. "yaa.. pada malam hari nya dia menelponku dan mengajak ku untuk keluar.. pada malam itu kami pergi untuk minum kopi di sebuah cafe. lalu tiba-tiba hp ku berbunyi . ada telepon dari Jiyong.. lalu ku angkat dan dia minta maaf soal caci-makian nya." Lanjut Chaerin panjang lebar.
"lalu?" Kata Minzy penasaran.
"lalu aku maafkan dan telepon nya kututup. Tak lama kemudian hp nya juga berbunyi. Sepertinya dari seorang cewek. Kalau tak salah, nama nya Lee-Ji-Eun." Kata Chaerin lagi.
"waahhh.. Lee-Ji-Eun.. dia artis solo bukan?" Tanya Bom dengan polos.
"Ya, memang benar, tapi dia tidak mengangkatnya. dia bilang aku jauh lebih penting dari cewek itu.. hahaha.. aku senang sekali saat itu." Jawab Chaerin. "Lalu tebak apa? keesokan harinya dia mengajak aku bertemu usai latihan dan.." lanjut Chaerin.
"lalu apaa?" Tanya Minji penasaran.
"lalu dia menembakku! aku menerimanya dan dia menciumku! tapi katanya hubungan ini harus di rahasiakan." Jawab Chaerin dengan bangga dan sangat senang.
"M-MO?" Kata Dara yang dari tadi hanya diam saja.
"H-Hah? di cium dimana?" tanya Bom dengan polos.
"disini" Jawab Chaerin bangga dan sombong sambil menunjuk bibirnya.
"W-Waaaaahhhh! selamat yaaa Chaerin aku turut senang! hahaha.." Sahut Minji dengan senang.
Tiba-tiba Bigbang masuk ke ruangan itu. Seungri tersenyum manis kepada Chaerin.
Jiyong tampak lemas dan wajahnya berantakan.
Jiyong yang melihat senyum Seungri kepada Chaerin sebenarnya kesal. Tapi Ia mau merahasiakan ini kepada semua orang.
"yaa.. wajahmu kenapa aneh sekali?" Tanya Chaerin. Mereka memang sudah berbaikan sejak Jiyong meminta maaf padanya malam itu.
"Ani." Kata Jiyong dengan tegas.
Saat latihan, Chaerin selalu menatap pada Seungri. Seungri pun juga selalu menatap pada Chaerin. Jiyong yang melihat itu segera keluar dengan alasan mau ke toilet, padahal diluar ruangan itu, Jiyong tampak sedih dan hanya duduk merunduk lesu.
Coridor
"Annyeong.. sampai bertemu besok!" kata Bom dan Minji sambil tersenyum.
Latihan sudah selesai dan sekarang sudah malam.
"Ya, Seungri-ah! mau pulang bersama? kau mau mengantarku?" Kata Chaerin bersemangat.
"ah, mianhae.. sepertinya aku tidak bisa.. aku ada urusan lain. Annyeong.." Seungri pergi meninggalkan tempat itu.
"Menyebalkan, padahal kan aku mau diantar pulang!" Kata Chaerin lagi dengan wajah cemberut dan suara yang kecil.
"Ya sudahlah aku pulang jalan kaki saja.." Chaerin pulang dan ergi meninggalkan tempat itu.
Ternyata Jiyong yang berada di dalam ruangan dengan pintu setengah terbuka mendengar hal itu.
Jiyong spontan keluar dan mengajak Chaerin pulang bersama.
"Yaa.. kau menyukai Seungri ya?" tanya Jiyong.
"a-ah? a-an y-ye.." Jawab Chaerin dengan gugup.
"hahaha.. kau bisa suka pada cowok juga ya ternyata?" Jiyong bertanya sambil tertawa pahit.
Mereka terus berjalan di bawah salju tanpa bicara. Tiba-tiba Jiyong bertanya.
"N-Niga.. apakah kamu mencintai Seungri?" Tanya Jiyong dengan sedikit gugup. Jujur saja, Jiyong sebenarnya takut akan jawaban yang akan di katakan Chaerin, tapi Jiyong sangat ingin tahu, jadi Ia memutuskan untuk bertanya.
"Ye. tentu saja.. wae-yo?" Jawab Chaerin dengan nada santai.
"ah- ani.." Kata Jiyong dengan senyum pahit.
Sebenarnya Jiyong sangat sakit mendengar nya.. Bagaimana tidak? Chaerin adalah wanita yang Ia cintai.
Lalu tak lama mereka sampai dirumah Chaerin.
Lalu tak lama mereka sampai dirumah Chaerin.
"Ya! oppa . Apakah aku terlihat cocok dengan nya ?" kata Chaerin bahagia dan tersenyum.
"Ye.. tentu saja.. kalian terlihat sangat cocok." Jawab Jiyong dengan senyum lebar, tapi pahit.
"hahaha.. aku senang sekali! gomawo.. annyeong" Kata Chaerin lagi sambil tersenyum senang dan tangan nya melambai ke arah Jiyong.
"Aku senang jika kau senang.. Chaerin .. Annyeong.. Saranghae" Kata Jiyong dengan suara kecil.
No comments:
Post a Comment
you can critic-ing me, but NO BASHING :)